PROPOSAL SKRIPSI

 UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN SHALAT MELALUI METODE DEMOSNTRASI PADA KELAS II DI MI MUHAMMADIYAH KALIPRAU KABUPATEN PEMALANG 

A.       LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.[1] Dalam hal ini tentu saja diperlukan adanya pendidikan professional yakni guru disekolah – sekolah dasar dan menengah, serta dosen diperguruan –perguruan tinggisebagaimana yang tersirat dalam Bab XI pasal 39 (2) UU sisdiknas tesebut.
Untuk melaksanakan profesinya, tenaga pendidik khususnya guru sangat memerlukan aneka ragam pengetahuan dan ketrampilan keguruan yang memadaidalam arti sesuai dengan tuntutan zaman dan kemajuan sains dan teknologi. Diantara pengetahuan tersebut yaitu seorang pendidik harus memiliki metode yang akan digunakan dalam proses belajar dan mengajar.
Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan yang sangat fundamental yang harus di berikan kepada anak sejak usia dini, hal itu wajib di berikan bagi seorang muslim. Pendidikan agama di maksudkan untuk meningkatkan potensi spiritual dan membentuk anak atau peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah serta berakhlak mulia.
Hal itu sesuai dengan yang tercantum dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006, yang berisi bahwa pendidikan Nasional yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[2]
Pendidikan Agama Islam adalah usaha yang lebih khusus ditekankan untuk mengembangkan fitrah keberagaman (religiousitas) subjek didik agar lebih mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran islam.2Pendidikan agama ini harus sudah di laksanakan sejak dini melalui pendidikan yang pertama yaitu lingkungan keluarga terutama di laksanakan oleh kedua orang tuanya.
Sebagai seorang muslim, maka wajiblah orang tua mendidik anak-anak mereka agar menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, mereka diberi pemahaman bahwa tugas manusia di muka bumi adalah semata- mata hanya untuk beribadah kepada Allah,3 hal itu telah di jelaskan di dalam Al-Qur’an surat Al- Dzariyat (51) ayat 56 :


Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.[3]
Aqidah atau iman adalah fundamen dalam kehidupan islam, sedangkan ibadah adalah manifestrasi dari pada iman. Kuat dan lemahnya ibadah seseorang di tentukan oleh kualitas imannya.
Menurut Ulwan, “Iman kepada Allah SWT merupakan pondasi dasar bagi anak-anak baik secara moral maupun fisik, serta ada hubungan yang erat antara iman dengan moral atau aqidah dengan perbuatan,“. Kualitas iman seseorang dibuktikan pada pelaksanaan ibadah secara sempurna, ibadah merupakan bagian dari pendidikan Agama Islam yang merupakan suatu tindakan yang bisa dilihat dari setiap dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan agama yang di berikan orang tua kepada anaknya, yang pertama yaitu tentang ketauhidan dan yang kedua adalah ibadah Salat. Kewajiban orang tua dalam menumbuhkan fitrah kehidupan ini adalah dengan membina anak-anak agar beriman kepada Allah, kekuasaan dan ciptaan-Nya. Bimbingan ini dilakukan ketika anak-anak sudah dapat mengenal dan membedakan sesuatu serta diberikan secara berjenjang. Dari hal–hal yang konkrit hingga kepada yang abstrak. Kemudian orang tua menanamkan perasaan ingat kepada Allah SWT pada diri anak-anak dalam setiap perilakunya setiap saat.
Ibadah Salat merupakan salah satu bentuk realisasi dari ketaqwaan seorang muslim. Salat di lakukan untuk mengingat (Dzikir) Allah. Dengan demikian, fungsi ibadah Salat tidak hanya vertikal yaitu menyembah dan mengingat Allah, tetapi juga secara horizontal yaitu mencegah perbuatan keji dan mungkar (maksiat).[4] jika pendidikan ibadah Salat itu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, maka akan terbentuk dalam diri jiwa anak dengan kuat, sehingga diharapkan kelak mereka akan menjadi generasi muslim dan muslimah yang beriman dan bertaqwa.
Keberhasilan orang tua dalam mendidik anak mengenai ibadah Salat, juga tidak lepas dari faktor lingkungan lain yaitu sekolah. Sesuai dengan fungsi dan peranannya, sekolah merupakan lembaga pendidikan lanjutan dari pendidikan di keluarga. Lembaga ini akan memberikan pengaruh bagi pembentukan jiwa keagamaan anak. Pengaruh guru di sekolah merupakan suatu hal yang tidak dapat di hindari lagi, dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari seorang anak cenderung meniru apa yang di ajarkan atau dilihat dari seorang guru. Ia meniru dan mencontoh apa saja yang di dengar dan dilihatnya.
Proses meniru dan mencontoh yang dilakukan oleh anak adalah bagian dari proses belajar, yang diharapkan akan terjadi perubahan pada diri anak. Perubahan yang terjadi karena proses belajar itu bersifat positif dan aktif Positif artinya baik, bermanfaat, serta sesuai dengan harapan. Hal ini juga bermakna bahwa perubahan tersebut senantiasa merupakan penambahan, yakni diperolehnya sesuatu yang baru (seperti pemahaman dan ketrampilan baru) yang lebih baik dari pada apa yang telah ada sebelumnya. Adapun perubahan aktif artinya tidak terjadi dengan sendirinya seperti karena proses kematangan (misalnya bayi, yang bisa merangkak setelah bisa duduk), tetapi karena usaha siswa itu sendiri.[5]
Lingkungan sekolah khususnya guru akan selalu memberikan bimbingan kepada semua peserta didiknya, sehingga mereka mendapatkan perubahan yang positif dan aktif dari proses belajar itu. Untuk pembelajaran di Sekolah terutama tingkat taman kanak-kanak, mereka di berikan kegiatan belajar yang memuat aspek kognitif, efektif, dan psikomotorik dengan cara belajar sambil bermain.
Dalam aspek psikomotorik, mereka belajar keterampilan yaitu belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan motorik (yang berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot /neuromuscular). Tujuannya adalah memperoleh dan menguasai ketrampilan jasmani tertentu. Dalam belajar jenis ini latihanlatihan intensif dan teratur amat diperlukan. Termasuk belajar dalam jenis ini misalnya belajar olahraga, musik, menari, melukis, memperbaiki benda-benda elektronik dan juga sebagian materi pelajaran agama, seperti ibadah Salat dan haji.”[6]
Dari aspek motorik, anak pada masa kanak-kanak awal telah mampu mengontrol geraknya sehingga untuk melakukan gerakan-gerakan Salat, anak telah mampu melakukannya. Oleh karena itu guru dalam mendidik dapat membiasakan anak untuk bersama-sama melakukan ibadah Salat. Dari sini diharapkan akan terbentuk jiwa keagamaan yang positif dan mereka dapat tumbuh menjadi insan-insan yang benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT pada diri anak dikemudian hari.
Memberikan pelajaran ibadah Shalat terhadap anak usia dini tidaklah mudah, karena pada umumnya seorang anak itu mudah merasa bosan dan jenuh. Kadang-kadang anak akan patuh dan menurut dengan apa yang di ajarkan guru di sekolahnya , tetapi kadang pula melawan dan menjadi marah jika ditegur gurunya, seorang guru harus pandai-pandai menarik perhatian peserta didiknya, sabar, ikhlas dalam tugas, serta bisa mengelola kelas dan menggunakan metode yang tepat sesuai dengan materi.
Dalam rangka mewujudkan salah satu tujuan kemerdekaan Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, maka langkah yang ditempuh adalah dengan melaksanakan pendidikan dan pengajaran adalah tugas semua pihak, namun tugas utama diemban oleh lembaga pendidikan atau sekolah.[7]
MI Muhammadiyah Kaliprau yang beralamat di Jalan Desa Kaliprau Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu amal usaha dari ribuan amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan MI Muhammadiyah Kaliprau didirikan pada tahun 2005 dengan tujuan ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan lebih khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Kaliprau dan sekitarnya dalam pendidikan agama maupun  pendidikan umum. Sejak berdiri hingga sekarang, selama tujuh tahun berjalan, MI Muhammadiyah Kaliprau dididik oleh para guru yang cukup bertanggung jawab. Dari tahun ke tahun jumlah peserta didik cenderung meningkat. Seiring dengan berjalannya waktu MI. Muhammadiyah Kaliprau senantiasa berbenah diri untuk mengejar target menjadi lembaga pendidikan yang diperhitungkan. Terbukti pada hasil kelulusan yang pertama tahun pelajaran 2012/ 2013, MI  Muhammadiyah Kaliprau mampu mencapai peringkat pertama UAMBN dari seluruh MI yang ada di Kabupaten Pemalang.
Ketika bel istirahat berbunyi sebagaimana biasa anak-anak menuju ke masjid yang berada disampingnya untuk menunaikan sholat sunah dhuha berjamaah, begitu pula saat waktu dhuhur, peserta didik menuju masjid kembali untuk menunaikan sholat dhuhur berjamaah. Kemudian sesaat setelah berakhirnya pelajaran pada setiap harinya ketua kelas memimpin doa
     Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas,  maka penulis bermaksud melakukan penelitian di Muhammadiyah Kaliprau Ulujami Pemalang. Dengan mengambil judul : UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN SHALAT MELALUI METODE DEMOSNTRASI PADA KELAS II DI MI MUHAMMADIYAH KALIPRAU KABUPATEN PEMALANG


B.       RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, dapat di rumuskan permasalahan sebagai berikut:
  1. Bagaimana pelaksanaan metode demonstrasi di MI Muhammadiyah Kaliprau Kabupaten Pemalang
  2. Bagaimana ketrampilan shalat fardhu di MI Muhammadiyah Kaliprau Kabupaten Pemalang
  3. Bagaimana upaya guru PAI dalam meningkatkan ketrampilan shalat fardhu di MI Muhammadiyah Kaliprau Kabupaten Pemalang

C.       TUJUAN PENELITIAN
1.      Tujuan Penelitian
Setiap kegiatan atau aktivitas yang disadari pasti mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui:
a.       Untuk mengetahui penerapan materi pembelajaran melalui metode demosntrasi materi shalat kelas II di MI Muhammadiyah Kaliprau Kab. Pemalang.
b.      Untuk mengetahui strategi pembelajaran melalui metode demonstrasi materi shalat kelas II di MI Muhammadiyah Kaliprau Kab. Pemalang.
c.       Untuk mengetahui peningkatan ketrmpilan shalat melalui metode demonstrasi  di kelas II MI Muhammadiyah Kaliprau Kab. Pemalang.

D.      MANFAAT PENELITIAN
1.      Secara teoritis
a.         Bagi peserta didik, diharapkan mampu menyerap pelajaran dengan baik, terutama dalam ketrampilan shalat fardhu.
b.      Bagi pendidik, motivasi untuk selalu mengamalkan yang dicontoh oleh peserta didiknya.
c.       Bagi dunia pendidikan, menambah kajian keilmuan tentang metode demonstrasi.
2.      Secara Praktis
a.    Bagi peserta didik, diharapkan menjadi lebih baik dan mempraktekan secara istiqomah. 
b.    Bagi pendidik, pendidik mampu untuk menginternalisasi nilai pendidikan dan merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
c.    Bagi dunia pendidikan, pendidikan karakter tidak hanya sekedar teoritis semata, melainkan mampu untuk ditransformasikan dalam sendi-sendi kehidupan.

E.       TINJAUAN PUSTAKA
1.      Kerangka Teoritis dan Penelitian yang Relevan
Menurut Drs. Hamdani, M.A dalam bukunya yang berjudul ”Strategi Belajar Mengajar” menerangkan bahwa metode adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan sebuah kegiatan. Dalam proses kegiatan belajar mengajar perlu adanya pengembangan dalam hal pendekatan. Ada dua proses pengembangan, pertama, pendekatan secara empiris, pendekatan ini menggunakan dasar - dasar teori, bahan pengajaran disusun berdasarkan pengalaman pengembang. Kedua, dengan pendekatan model, dalam penyusunan rancangan pengajaran dipilihkan cara-cara tertentu, kondisi tertentu dan perubahan tertentu.[8]
Departemen Agama RI dalam bukunya yang berjudul ”Desain Pengembangan Madrasah” halaman 26 menerangkan bahwa penguasaan guru terhadap bidang studi yang diajarkan merupakan dimensi lain yang mempengaruhi persepsi siswa terhadap kualitas kelas. Pada gilirannya berpengaruh pula terhadap prestasi mereka, lebih jauh, persiapan guru, pengaturan, kemampuan menyampaikan bahan ajar, penggunaan metode, presentasi yang tepat, kemampuan menjawab pertanyaan, dan membuat siswa memahami tujuan pengajaran dengan jelas juga merupakan faktor yang mempengaruhi persepsi siswa.[9]
Erna Dwi Handayani (1402204518) dalam skripsinya yang berjudul ”Peningkatan Ketrampilan Membaca Puisi Dengan Pendekatan Metode Demonstrasi” di fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang tahun 2006. Menjelaskan tentang pentingnya pendekatan dengan metode demonstrasi lebih memudahkan anak dalam menerima dan mempraktikan pembahasan yang disampaikan oleh pengajar.

2.      Kerangka Berpikir
Kerangka suatu teori merupakan penjelasan sementara dari gejala yang menjadi objek yang diteliti dan kriteria suatu kerangka teori itu dapat meyakinkan sesama peneliti atau ilmuan adalah dengan pola pikiran logis, hal ini berhubungan dengan teori-teori hasil telaah pustaka.[10]
Tujuan pembelajaran melalui metode demonstrasi adalah memudahkan siswa dalam menangkap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dengan mudahnya siswa menangkap pelajaran yang disampaikan oleh guru, akan lebih mudah untuk menerapkan dalam kehidupan tanpa merasa kesulitan.
Oleh karena itu, pembelajaran melalui metode demonstrasi harus diterapkan dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan guru. Atas dasar itulah, diharapkan apa yang diharapkan oleh siswa maupun guru dapat tercapai dalam menyeampaikan pelajaran.

F.        METODE PENELITIAN
1.      Jenis Penelitian
Ditinjau dari obyeknya, penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field Research), karena data-data yang diperlukan untuk menyusun karya ilmiah ini diperoleh dari lapangan baik langsung maupun tidak langsung.[11] yaitu MI Muhammadiyah Kaliprau Ulujami Pemalang. Sedangkan sifat penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan secara sistematis mengenai fakta-fakta yang ditemukan dilapangan bersifat verbal, kalimat, fenomene-fenomena dan tidak berupa angka-angka. [12]
2.      Sumber data
Data adalah informasi, hal, benda, atau orang yang akan diteliti dan kenyataan yang akan dipredeksikan ke tingkat realitas, sedangkan sumber data adalah benda, hal, atau orang, tempat penelitian mengamati, membaca atau bertanya tentang data.[13]
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam : Sumber Data Primer
        Sumber data primer adalah subjek dimana data yang diperoleh dari sumber utama.[14] Adapun yang tergolong sumber data primer adalah adalah, kepala sekolah, guru dan karyawan.
a.    Sumber data sekunder
        Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumber utama.[15] Sumber data sekunder diperoleh dari buku-buku penunjang yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
3.      Metode Pengumpulan Data
Untuk dapat memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. Penulis menggunakan beberapa metode, yaitu:

a.       Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena yang diteliti.[16] Metode ini penulis gunakan untuk mengamati, mendengarkan dan mencatat langsung keadaan atau kondisi sekolah, letak MI Muhammadiyah Kaliprau, dan penerapan metode Demonstrasi materi Shalat kelas II di MI Muhammadiyah Kaliprau,  Kabupaten Pemalang.
b.      Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan.[17] Metode ini digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai penerapan  metode demostrasi materi Shalat kelas II di MI Muhammadiyah Kaliprau Kabupaten Pemalang..
c.       Dokumentasi
Dokumentasi adalah sekumpulan data verbal yang berbentuk tulisan, dokumen, sertifikat, rekaman, kaset, dan sebagainya.[18] Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdidrinya MI Muhammadiyah Kaliprau Ulujami Pemalang, struktur organisasi, keadaan karyawan dan guru, keadaan peserta didik, sarana dan prasarana dan sebagainya.

4.      Metode Analisis Data
Metode Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Menurut Lexy J. Moleong mengutip dari Strauss dan Corbin, penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran).

G.      SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
Adapun sistematika pembahasan skripsi ini tersusun menjadi 5 (lima) bab, yang terdiri dari :
BAB I, Pendahuluan yang berisi :  Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Hasil Penelitian, Metode Penelitian (meliputi: jenis penelitian, penentuan sumber data, metode pengumpulan data, metode analisis data) dan Sistematika Penulisan.
BAB II,  Landasan Teori penerapan Metode Demonstrasi yang berisi: Pengertian Metode Demosntrasi, Dasar penerapan Metode Demostrasi, Manfaat penerapan Metode Demonstrasi, Kelebihan dan kelemahan Metode Demonstrasi.
BAB III, Hasil Penelitian, yang berisi: Gambaran Umum MI Muhammadiyah Kaliprau Ulujami Pemalang yang terdiri dari:  Letak MI Muhammadiyah Kaliprau, Visi dan Misi, Struktur Organisasi, Keadaan Guru, Karyawan  dan Siswa, Sarana dan Prasarana, dan penerapan metode demonstrasi materi shalat kelas II.
BAB IV, Analisis Penerapan metode Demonstrasi materi shalat kelas II yang berisi: Analisis Materi yang diterapkan menggunakan metode demonstrasi materi shalat kelas II di MI Muhammadiyah Kaliprau Ulujami Pemalang, Analisis Strategi Penerapan Metode Demonstrasi materi shalat kelas II di MI Muhammadiyah Kaliprau Ulujami Pemalang.
BAB V, Penutup yang meliputi: Kesimpulan dan Saran-Saran. Penutup Bagian Akhir Berisi Daftar Pustaka, Lampiran-Lampiran dan Biografi Penulis.







DAFTAR PUSTAKA

Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1995), hlm 1

Lampiran Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi ( Jakarta: Dinas
Pendidikan, 2007) , hlm 1.
Departemen Agama RI , Al- Qur’an dan Terjemahnya (Semarang : cv. Toha Putra,1996) hlm.417

Atang Abd . Hakim , et. Al, Metodologi Studi Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000), hlm 210

Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rieneka Cipta, 1991), h. 118

Djamarah, Syaeful Bahri, Strategi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta, 2002
Departemen Agama RI, Desain Pengembangan Madrasah, Jakarta : 2004
Kholid Marbuko, dkk, Metodologi Penelitian,  (Jakarta: Bumi Aksara.2001), h.  60-61

Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Yogyakarta: Andi Offest, 1995), h. 21
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rieneka Cipta, 1998), h. 124

Herman J. Waluyo, Metodologi Penelitian, (Surabaya: FKIP UNS 1993), h.72
Lexy J. MoleongMetodologi Penelitian Kualitatif,  (Bandung : Penerbit Rosda Karya, 2007),   h. 186

Koentjoroningrat, metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta: Gramedia, 1981), h. 63


















[1] Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 1995), hlm 1
[2] Lampiran Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi ( Jakarta: Dinas
Pendidikan, 2007) , hlm 1.
[3] Departemen Agama RI , Al- Qur’an dan Terjemahnya (Semarang : cv. Toha Putra,
1996) hlm.417
[4] Atang Abd . Hakim , et. Al, Metodologi Studi Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2000), hlm 210
[5] Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 1995), hlm 117
[6] Muhibin Syah, Psikolog Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung:PT. Remaja
Rosdakarya,1995 ) hlm 122.
[7] Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rieneka Cipta, 1991), h. 118
[8] Djamarah, Syaeful Bahri, Strategi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta, 2002
[9] Departemen Agama RI, Desain Pengembangan Madrasah, Jakarta : 2004
[10] Kholid Marbuko, dkk, Metodologi Penelitian,  (Jakarta: Bumi Aksara.2001), h.  60-61
[11] Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Yogyakarta: Andi Offest, 1995), h. 21
[12] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rieneka Cipta, 1998), h. 124
[13] Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan,  (Jakarta: Bumi Aksara, 1997), h. 14
[14] Herman J. Waluyo, Metodologi Penelitian, (Surabaya: FKIP UNS 1993), h.72
[15] Sutrisno Hadi, Metode Research, (Yogyakarta: Yayasan Penerbit Psikologi UGM, 1993), h. 137
[16] Suhairsimi Arikunto, Prosedur…,  (Jakarta: PT. Rieneka  Cipta, 1998), h. 128
[17] Lexy J. Moleong,  Metodologi Penelitian Kualitatif,  (Bandung : Penerbit Rosda Karya, 2007),   h. 186
[18] Koentjoroningrat, metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta: Gramedia, 1981), h. 63

0 Response to "PROPOSAL SKRIPSI"

Post a Comment

Pages